Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Peduli Masyarakat, Wongso Negoro Gelar Reses Siap Kawal Usulan Masyarakat

Minggu, 15 Februari 2026 | Februari 15, 2026 WIB | Last Updated 2026-02-15T01:53:30Z


Gresik,HarianMemo.com  | - Ketua DPD Golkar kabupaten Gresik sekaligus ketua komisi II DPRD kabupaten Gresik Wongso Negoro menyelenggarakan jaring aspirasi masyarakat atau yang kerap disebut reses.Dan reses kali ini merupakan  kegiatan dewan di tahun pertama 2026 masa persidangan ke dua.(13/2)Jum'at


Reses yang dilakukan Wongso Negoro atau yang akrab disapa pak wong mengundang Kepala desa, perangkat desa (sekretaris desa), tokoh masyarakat serta kader partai Golkar baik pengurus kecamatan maupun desa.


Pelaksanaan reses berlangsung malam hari  dan kondisi cuaca tak bersahabat atau kondisi hujan, Akan tetapi tak menghalangi semangat para undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut.


Penyampaian reses juga ada dialog antara Wongso Negoro dengan masyarakat, Dimana dalam dialog tersebut warga dusun Hendrosalam desa Hendrosari yang bernama Faisal mengusulkan jalan lingkungan diwilayahnya.


Atas usulan warga itu Wongso Negoro siap membantu untuk mengawal atas pengajuan warga tersebut, Form kuesioner yang sudah dibagikan untuk di isi karena hasil isian itu nantinya akan di rekap dan akan dibawa dalam sidang paripurna


Tahun 2026-2027 pemerintah daerah kabupaten Gresik memprioritaskan 6 skala pembangunan antara lain :

Jalan poros desa,

Perbaikan saluran air,

Perbaikan jalan lingkungan, 

Rehabilitasi posyandu,

Perbaikan rumah tidak layak huni, Dan Pelatihan kerja.


Ditemui  media, Wongso Negoro menyampaikan bahwa reses tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, Dimana tahun ini warga mengusulkan tidak boleh melenceng dari 6 skala prioritas yang sudah ditetapkan."tandasnya


"Misal ada warga mengusulkan pembangunan kantor dusun, Ini tidak ada dalam prioritas tahun ini maka secara otomatis tidak akan terealisasi nantinya dan jadi kalau usul dan mau di realisasikan maka harus sesuai 6 skala prioritas tahun ini "tambahnya 


Terkait nilai atau jumlah nominal bantuan beda rumah seperti yang disampaikan oleh kepala desa tadi, Kita tidak bisa semata-mata menentukan karena nantinya itu tim penilai dari OPD turun ke lapangan untuk mensurvei sendiri."teranf Wongso negoro (*)