Surabaya,HarianMemo.com ||– Di tengah kesibukannya sebagai petugas Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, nama Agus Ubaidillah dikenal sebagai sosok yang ramah, mudah bergaul, dan dekat dengan masyarakat. Tidak sedikit orang yang mengenalnya sebagai pribadi dermawan yang ringan tangan membantu sesama, baik melalui dukungan materi maupun motivasi kehidupan.
Namun, di balik sosok yang kini dikenal sukses dan matang dalam menjalani kehidupan, tersimpan perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Agus Ubaidillah merupakan contoh nyata bahwa kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah mampu mengubah keadaan.
Sejak muda, Agus dikenal sebagai pribadi mandiri yang memiliki impian dan cita-cita tinggi. Demi mewujudkan pendidikan yang lebih baik, ia harus bertarung dengan kerasnya kehidupan. Salah satu kisah yang masih melekat dalam ingatannya adalah saat dirinya mengumpulkan kertas bekas untuk membantu membiayai kuliahnya. Aktivitas tersebut dijalani tanpa mengenal lelah, demi satu tujuan besar: meraih masa depan yang lebih baik.
Perjuangan itu tidak sia-sia. Seiring berjalannya waktu, Agus berhasil menapaki jenjang karier yang lebih baik hingga menjadi bagian dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Pengalaman hidup yang penuh lika-liku membentuk karakter Agus menjadi pribadi yang tangguh, rendah hati, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Bagi orang-orang yang mengenalnya, Agus bukan hanya seorang aparatur pemerintah, tetapi juga sahabat dan motivator yang kerap memberikan semangat kepada mereka yang sedang menghadapi kesulitan hidup. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang selama memiliki kemauan untuk berusaha.
Salah satu pesan yang sering ia sampaikan kepada teman maupun orang-orang yang dibimbingnya adalah: "Jangan pernah berkata tidak bisa, lebih baik katakan akan saya coba."
Kalimat sederhana tersebut mengandung makna mendalam. Menurut Agus, tidak ada manusia yang benar-benar tidak mampu sebelum ia mencoba. Keberhasilan sering kali berawal dari keberanian untuk mengambil langkah pertama dan menghadapi tantangan dengan optimisme.
Selain itu, Agus juga selalu mengingat pesan berharga dari sang nenek yang telah berpulang. Nasihat tersebut menjadi pegangan hidupnya hingga saat ini.
> "Nyambut gae gak usah isin ambek wong, Nak. Wong liyo mung isoe keplok gak tombok."
Dalam bahasa Indonesia, pesan itu bermakna bahwa seseorang tidak perlu malu untuk bekerja keras demi mencari rezeki yang halal. Sebab, orang lain mungkin hanya bisa memberikan komentar atau tepuk tangan, tetapi tidak ikut menanggung beban kehidupan yang dijalani.
Nilai-nilai itulah yang membentuk Agus Ubaidillah menjadi pribadi yang dikenal sekarang. Sosok pekerja keras yang pernah merasakan sulitnya hidup, namun tidak menyerah pada keadaan. Dari perjalanan hidupnya, Agus membuktikan bahwa kesuksesan bukan hanya tentang jabatan atau materi, melainkan juga tentang kemampuan untuk tetap rendah hati, membantu sesama, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Kini, di tengah tugas dan tanggung jawabnya sebagai petugas Dinas Perhubungan, Agus Ubaidillah terus berupaya menebarkan kebaikan. Baginya, hidup akan lebih bermakna ketika apa yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Sebuah prinsip sederhana yang membuat namanya dikenal sebagai sosok dermawan, inspiratif, dan penuh kepedulian terhadap sesama.(*)
