Gresik , HarianMemo.com || – Ihsanul Haris, S.Pd Kepala Desa Banyurip, Kecamatan Ujungpangkah, yang juga menjabat sebagai Ketua PKDI Kecamatan Ujungpangkah, menjadi sorotan lantaran dinilai sulit diajak berkomunikasi saat dikonfirmasi wartawan terkait berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan publik.
Upaya konfirmasi melalui aplikasi WhatsApp tidak memperoleh tanggapan langsung dari yang bersangkutan. Sebaliknya, wartawan menerima balasan yang berbunyi, "Maaf bapak tidak pegang HP, saya istrinya."
Jawaban tersebut justru memunculkan tanda tanya. Sebagai seorang kepala desa sekaligus Ketua Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) tingkat kecamatan, publik menilai komunikasi yang terbuka merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai pejabat publik, terlebih ketika dimintai klarifikasi mengenai suatu persoalan.
Alasan tidak memegang telepon seluler pun dinilai janggal oleh sejumlah pihak. Di tengah era digital, seorang pejabat publik umumnya dituntut mudah dihubungi agar pelayanan informasi kepada masyarakat maupun media dapat berjalan dengan baik.
Belum dapat dipastikan apakah keterangan yang disampaikan melalui akun WhatsApp tersebut benar adanya atau sekadar alasan untuk menghindari konfirmasi. Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan langsung dari Kepala Desa Banyurip terkait alasan dirinya tidak memberikan tanggapan kepada wartawan.
Sikap sulit dihubungi tersebut berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Keterbukaan informasi dan kesediaan memberikan klarifikasi merupakan bagian penting dari prinsip transparansi yang semestinya dijunjung oleh setiap penyelenggara pemerintahan desa.
Wartawan masih akan terus berupaya menghubungi Kepala Desa Banyurip guna memperoleh penjelasan dan hak jawab agar pemberitaan tetap berimbang sesuai dengan prinsip jurnalistik. (BC)
